Riyadhus Shalihin

Sejarah Singkat

Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin Parit Lapis Kelurahan Sungai Nibung  Kecamatan Tungkal Ilir merupakan pesantren murni salafi berhaluan Ahlussunnah Wal Jama�ah, fokus kepada kajian kitab kuning madzhab syafi�i dan lebih konsen kepada ilmu gramatikal arab (Nahwu sharaf) namun tidak mengesampingkan kajian kitab-kitab lain seperti tauhid, fiqih, tasauf, hadis dan lain-lain

Setelah Khidmah kurang lebih selama 24 tahun di Pergurun al-Hidayatul Islamiyyah (PHI) dan kurang lebih 20 tahun di Pondok Pesantren Al-Baqiyatus Shalihat, beliau mengundurkan diri dan memulai untuk membangun Pondok Pesantren. Setelah beberapa ikhtiar yang beliau lakukan, beliau mendapatkan Lokasi yang tepat didalam lingkungan Kelurahan Sungai Nibung yang cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin.

Setelah melakukan rihlah ilmiah mulai dari mengenyam pendidikan di Perguruan al-Hidayatul Islamiyah (PHI) Kuala Tungkal, lalu beliau meneruskan pendidikan di Pondok Pesantren Al Masyhad Mambaul Falah Wali Sampang Pekalongan Jawa Tengah yang diasuh dan dipimpin oleh KH. Ahmad Subki Masyhadi seorang Ulama� yang banyak mengarang dan menterjemahkan kitab-kitab dari bahasa Arab ke bahasa Jawa.

Setelah selesai mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al Masyhad Mambaul Falah Pekalongan Jawa Tengah, lalu beliau pulang dan mengabdikan diri di Perguruan Hidayatul Islamiyah (PHI) yang terkenal Lembaga Pendidikan tertua di Kuala Tungkal. Setelah 4 tahun kemudian beliau juga mengabdikan diri di Pondok Pesantren Al Baqiyatus Shalihat yang dipimpin dan diasuh oleh Ayahanda KH. Muhammad Ali bin KH. Abdul Wahab. Disamping itu pula beliau juga aktif sebagai pembimbing dan pengajar di berbagai Majlis Ta�lim.

Setelah mengabdikan diri di Perguruan al-Hidayatul Islamiyah (PHI) kurang lebih selama 24 tahun, dan mengabdi di Pondok pesantren Al Baqiyatus Shalihat kurang lebih selama 20 tahun, tepat pada hari Ahad tanggal 28 Februari 2016 M/19 Jumadil Ula 1437 H. beliau merintis dan mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama Riyadhus Shalihin.

Dengan pertolongan Allah SWT, satu demi satu santri dari berbagai daerah berdatangan untuk menimba ilmu, saat itu Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin baru memiliki satu unit bangunan yang berfungsi sebagai asrama santri yang kala itu berjumlah 16 santri. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar dan berbagai kegiatan ibadah dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas milik warga setempat. Karena santri terus berdatangan, pada tahun ke-3 tepatnya tahun 2018,  Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin menambah bangunan asrama dan membuat aula dan fasilitas lainnya. Hingga saat ini Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin sedikit demi sedikit masih terus menambah bangunan asrama dan ruang belajar para santri.

Disamping itu pula, tepat pada tahun 2024 Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin resmi memilik 2 masjid aktif yang digunakan untuk melaksanakan sholat berjamaah. Satu masjid digunakan untuk santri putra dan satu masjid digunakan untuk santri putri


© Direktory Papkis. All Rights Reserved. Created by Bidang Papkis Kanwil Kemenag Provinsi Jambi